Cucian putih-ku
Juli 13, 2008
riennus
2 hari ini, si embak yang biasa bantu-bantu aku cuci, setrika dan bersih-bersih tidak bisa datang ke rumah karena sakit….Hari pertama, aku masih mengharapkan dia bisa datang besok, makanya aku tumpuk cucian baju karena jempol tangan kananku sakit kejepit pintu mobil!! Kuseselesaikan semua pekerjaan kecuali cuci dan setrika. Tapi ternyata di hari kedua, suami dari si embak datang dan mengabarkan kalau si embak masih belum bisa datang karena sakit, spontan yang aku pikirkan cucianku yang menumpuk tanpa menanyakan sakitnya si embak…oh! jahatnya aku!!!
Sepulangnya si suami, menyesalku setengah mati dan kuputuskan untuk membesuknya sore harinya. Tapi malangnya cucianku, berhubung hari ini hari Sabtu, anak-anak mengajak jalan-jalan dan membeli perlengkapan sekolah yang belum terbeli karena hari Senin sekolah sudah dimulai lagi! Akhirnya si cucian baru bisa aku rendam malam harinya…
Saat merendam cucian, aku merasakan betapa baunya cucian yang sudah kotor dan tidak segera dicuci! Apalagi cucian putihku…rasanya aku lebih tidak tega melihatnya! Walaupun masih terlihat putih, tapi apakah akan tetap putih kalau tidak segera dicuci? Lari pikiranku membayangkan, seandainya cucian putihku yang kotor adalah hatiku…ah, aku tidak boleh berlarut-larut membiarkannya tergolek kotor, aku harus segera mencucinya sampai bersih..
Aku mendapatkan hikmah dari 2 hari ini, aku tidak boleh egois memikirkan diriku sendiri, tanpa menghiraukan orang lain, apalagi yang sudah setiap hari membantu aku…Ya Allah, ampunilah aku..Astaghfirullahal’Adziim
Entry Filed under: cerita
Tinggalkan Balasan
Trackback this post | Subscribe to comments via RSS Feed