Cinta Putih
Agustus 22, 2008
riennus
Pengalaman seorang teman……
Mencintai dan dicintai adalah kenikmatan yang telah Allah swt berikan kepada umat manusia. Hanya saja bagaimana manusia menjaga fitrah cinta inilah yang menjadi masalah dalam hidup dan kehidupan.
Seorang teman yang sudah menikah dan mempunyai keluarga bahagia, tiba-tiba hatinya harus terluka saat tahu bahwa teman lama yang sudah sekian tahun tidak menghubunginya tiba-tiba muncul dan mengatakan bahwa dia adalah “Cintanya yang selama ini terpendam”. Rasa cinta yang sekian lama hinggap dan ia tutupi muncul kembali, tetapi kenyataannya adalah mereka sekarang tengah merasakan kebahagiaan karena masing-masing sudah mempunyai keluarga yang harmonis. Tidak ada masalah dalam keluarga mereka. Hanya saja ia tidak bisa membendung rasa cinta yang telah ia pendam selama kurang lebih 20 tahun, yang tidak pernah diungkapkannya. Akhirnya mereka hanya bisa meluapkan rasa rindu mereka melalui telpon ataupun sms yang nadanya sama, merasakan luapan rindu yang amat sangat. Namun mereka bisa apa, sekedar bertelepon dan smspun mereka sama-sama sudah merasa sangat berdosa terhadap keluarganya. Apa yang bisa aku lakukan untuk menolongnya, mendukung hubungan mereka sama saja mendukung perselingkuhan walaupun hanya lewat telepon. Sedangkan seandainya mereka terus berhubungan apakah tidak mungkin mereka tidak bisa membendung rasa rindunya dan akhirnya mereka akan berusaha untuk bertemu, dan itu artinya hubungan mereka bukan tidak mungkin akan menjadi lebih erat dan mengganggu kenyamanan keluarga mereka.
Aku bingung, yang manakah cinta yang putih, suci…ia menikahi suaminya bukan karena keterpaksaan, ia sangat mencintai suaminya. Tapi selama bertahun-tahun ia memendam cintanya karena tidak pernah terungkap…..yang menjadikan dadanya semakin sesak, walaupun ia sudah menemukan cinta yang tulus dari suaminya. Mencintai dan dicintai adalah kenikmatan, tapi tidak akan ada kenikmatan untuk cinta yang terlarang seperti yang sedang dialami oleh seorang teman……
Saat itulah manusia harus pandai bersabar dan melawan hawa nafsu, itulah hal tersulit dilakukan tapi sangat mudah diucapkan….seandainya kita tidak merasakan sendiri mungkin akan dengan mudah mengatakan bahwa sangat keterlaluan menghianati keluarga yang sangat mencintainya, tapi aku sendiri ragu seandainya aku alami hal yang sama seperti temanku, apakah aku bisa???? Wallahu a’lam
Entry Filed under: 1
Tinggalkan Balasan
Trackback this post | Subscribe to comments via RSS Feed