Cinta Suci # Cinta terlarang
Agustus 23, 2008
riennus
Masih melanjutkan cerita seorang teman………..
Sungguh tidak mungkin cinta mereka yang lama terpendam adalah cinta suci, it’a bullshit, itu cinta yang terlarang. Mereka sedang diuji kesetiaannya terhadap keluarga mereka. Bagaimana perasaan suami, istri dan anak-anak mereka ketika tahu mereka tengah memendam rindu yang tidak terkira dahsyatnya. Mungkin pada saat sepeti itu mereka mohon kepada semua orang untuk memakluminya. Tapi mereka tidak sadar, betapa mereka egois. Mereka tidak membayangkan seandainya suami atau istri mereka mengalami hal yang sama seperti mereka, apakah mereka akan memakluminya……….Non sense
Yang bisa mereka lakukan demi kebaikan semuanya adalah menyimpan rindu mereka untuk mereka sendiri-sendiri dan berusaha untuk melupakannya perlahan-lahan, bukan malah memupuknya menjadi semakin subur. Mereka harus saling menjauh, tidak menelpon, sms atau hubungan lainnya yang memungkinkan mereka untuk saling mencurahkan perasaan hatinya.
Susah, mungkin……tapi itulah kenyataannya, tidak boleh mereka memaksakan kehendak mereka dan mengorbankan perasaan orang-orang disekelilingnya yang sangat menyayangi mereka.
Mereka harus melanjutkan kehidupan mereka sebagaimana mereka belum saling kontak kembali. Harus rela untuk tidak terus keep contact, itulah pengorbanan atas cinta mereka. Semua cinta butuh pengorbanan, pada saat mereka mencintai suaminya ada sesuatu yang harus dia korbankan untuk membuat suaminya senang memandangnya, saat mereka mencintai keluarganya, mereka harus rela mengorbankan waktunya untuk menemani mereka selama keluarganya membutuhkannya, saat mereka mencintai seseorang yang tidak mungkin untuk dimiliki, mereka harus rela mengorbankan perasaannya dan rela untuk tidak terus berhubungan dengannya kecuali mereka bisa menghilangkan cinta mereka sama sekali, susah kan?
Jadi kesimpulan yang aku ambil dari kasus seorang teman adalah bahwa Cinta yang terlarang adalah bukan cinta yang suci…………….!! Bukan cinta yang putih, justru cinta itu adalah cinta yang bisa membutakan matanya! Na’udzubillah
Entry Filed under: 1
Tinggalkan Balasan
Trackback this post | Subscribe to comments via RSS Feed